<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GKJ Bekasi &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="https://test.gkjbekasi.org/?cat=40&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://test.gkjbekasi.org</link>
	<description>Portal Informasi Warga GKJ Bekasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 May 2014 07:17:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.7.41</generator>
	<item>
		<title>Keteladanan Hidup Sara, Istri Abraham</title>
		<link>https://test.gkjbekasi.org/?p=765</link>
		<comments>https://test.gkjbekasi.org/?p=765#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2014 06:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://test.gkjbekasi.org/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar kita pasti sudah mengetahui kisah Alkitab mengenai Abraham dan Sara, istrinya. Dipanggil keluar dari Ur Kasdim, kedua suami-istri ini menjalani pernikahan hingga maut memisahkan. Sara sendiri meninggal dunia pada usia 127 tahun atau 37 tahun setelah melahirkan Ishak. Sampai ajal menjemput, wanita ini tidak sempat melihat anak tunggalnya menikah dengan Ribka, sebab Ishak [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian besar kita pasti sudah mengetahui kisah Alkitab mengenai Abraham dan Sara, istrinya. Dipanggil keluar dari Ur Kasdim, kedua suami-istri ini menjalani pernikahan hingga maut memisahkan.</p>
<p>Sara sendiri meninggal dunia pada usia 127 tahun atau 37 tahun setelah melahirkan Ishak. Sampai ajal menjemput, wanita ini tidak sempat melihat anak tunggalnya menikah dengan Ribka, sebab Ishak menikah saat berumur 40 tahun (<a id="_1" title="Kejadian 25:20" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad25:20">Kejadian 25:20</a>).</p>
<p>Abraham sangat mencintai Sara. Oleh sebab, ketika istrinya tersebut meninggal dunia, ia pun menangis dan meratap sejadi-jadinya.</p>
<p>Terlepas dari kesalahan yang pernah dilakukan, ada beberapa hal yang bisa wanita-wanita Kristen teladani dari Sara. Berikut pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupan seorang yang bernama Sara ini :</p>
<p><strong>A. Mengikuti Suami</strong></p>
<p>Sara mengikuti Abraham dari Ur-Kasdim sampai ke Haran, kemudian ke tanah Kanaan. Karena terjadi bencana kelaparan, Abraham meninggalkan Kanaan menuju Mesir. Dari Mesir, Sara mengiringi suaminya kembali ke tanah Kanaan. Suka dan duka silih berganti dialami Sara dalam menyertai suaminya sepanjang ribuan kilometer (<a id="_2" title="Kejadian 11:31" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad11:31">Kejadian 11:31</a>; <a id="_3" title="Kejadian 12:4-6" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad12:4-6">Kejadian 12:4-6</a>; <a id="_4" title="Kejadian 12:10-11" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad12:10-11">Kejadian 12:10-11</a>; <a id="_5" title="Kejadian 13:1-3" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad13:1-3">Kejadian 13:1-3</a>).</p>
<p>Sebagai istri, ketika tahu bahwa Tuhan telah menyuruh suami untuk melangkah maka tindakan yang perlu diambil olehnya adalah mengikuti sang suami. Jangan ragu sebab begitu seorang istri menjadi ragu terhadap suami maka rencana indah Tuhan atas rumah tangga yang mereka bina bisa gagal di pertengahan jalan.</p>
<p><strong>B. Mendukung Suami</strong></p>
<p>Tuhan menyuruh Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran di tanah Moria (<a id="_6" title="Kejadian 22:2" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad22:2">Kejadian 22:2</a>). Sudah pasti, sebelum melaksanakan perintah Tuhan, Abraham memberitahukan hal itu kepada Sara.</p>
<p>Walau tidak ditulis secara harafiah, tetapi kita bisa menduga bahwa Sara pastilah mendukung apa yang akan dilakukan Abraham. Sebab esok pagi, ketika Abraham membawa Ishak, dua orang bujang mereka mengikuti.<strong> </strong></p>
<p>Tuhan menyediakan seorang istri bagi seorang laki-laki untuk menjadi penolong (pendukung) di dalam kelemahan, kesulitan, kebimbangan, dan kesakitan. Ketika Abraham berada dalam kebimbangan berkenaan dengan perintah Tuhan, Sara tampil memberikan dukungan.</p>
<p>Hidup manusia tidak selamanya mudah dan lancar; ada kalanya menghadapi berbagai keadaan yang pelik, sulit, ataupun rumit. Alangkah bahagianya seorang suami yang memiliki istri yang dapat mendukung dirinya dalam berbagai situasi.<strong> </strong></p>
<p><strong>C. Menerima Gaya Hidup Suami</strong></p>
<p>Oleh berkat Tuhan, Abraham menjadi seorang yang kaya (<a id="_7" title="Kejadian 13:2" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejad13:2">Kejadian 13:2</a>; <a id="_8" title="Kejadian 0:34-35" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="kejadi24:34-35">Kejadian 0:34-35</a>). Dalam kekayaannya itu, Abraham tetap tinggal di dalam kemah (<a id="_9" title="Ibrani 11:9" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="ibran11:9">Ibrani 11:9</a>). Namun, Sara tidak menuntut agar suaminya membangun rumah yang megah. Ia menikmati gaya hidup sederhana yang dijalani suaminya. Sara menyadari keberadaannya di bumi ini hanyalah sebagai pengembara. Rumah yang sejati adalah surga, yang kelak akan dinikmatinya (<a id="_10" title="Ibrani 11:11-16" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/140421120622/limit/0/Keteladanan-Hidup-Sara-Istri-Abraham.html#" rel="ibran11:11-16">Ibrani 11:11-16</a>). Istri yang bijak akan mendukung gaya hidup suami yang sesuai dengan ajaran Tuhan.</p>
<p>Bukan sebuah kebetulan jika hari ini Anda menikahi seorang pria yang mengasihi Tuhan. Mungkin dalam perjalanan membina bahtera rumah tangga, ada kesalahan dari sang suami yang pernah dibuat – baik secara sengaja maupun tidak. Namun, seperti yang Sara, istri Abraham tunjukkan, percayalah dan yakinlah bahwa Tuhan sedang menuntun suami Anda untuk membawa keluarganya sama-sama menggenapi tujuan ilahi di bumi ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber :</strong> sabda.org / bm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://test.gkjbekasi.org/?feed=rss2&#038;p=765</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyertakan Roh Kudus</title>
		<link>https://test.gkjbekasi.org/?p=762</link>
		<comments>https://test.gkjbekasi.org/?p=762#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2014 06:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://test.gkjbekasi.org/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, seorang jemaat yang baru mengenal Tuhan datang kepada gembala gereja dimana ia bertumbuh. &#8220;Pak Pendeta, sejak saya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya selalu berusaha hidup sesuai firman Tuhan. Namun, setiap saya berniat untuk menjalani firman Tuhan yang saya dapati dari pembacaan Alkitab, saya justru gagal menerapkannya. Jika ini terus menerus [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari, seorang jemaat yang baru mengenal Tuhan datang kepada gembala gereja dimana ia bertumbuh. &#8220;Pak Pendeta, sejak saya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya selalu berusaha hidup sesuai firman Tuhan. Namun, setiap saya berniat untuk menjalani firman Tuhan yang saya dapati dari pembacaan Alkitab, saya justru gagal menerapkannya. Jika ini terus menerus terjadi, saya bisa stres Pak.&#8221;</p>
<p>Pak pendeta yang sejak tadi mendengar curahan hati salah seorang jemaatnya pun merespon,  &#8220;Sudahkah kamu menyertakan Roh Kudus ketika akan melakukannya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; sahut kembali sang jemaat.</p>
<p>&#8220;Disitulah letak mengapa kamu kesulitan mengikuti firman Tuhan. Kamu menggunakan kekuatanmu sendiri. Padahal, Tuhan sangat tahu bahwa setiap manusia yang mau menaati ajaran-ajaran-Nya dan perintah-perintah-Nya dengan usaha mereka sendiri pasti bakal mengalami kegagalan,&#8221; ujar Sang Gembala.</p>
<p>&#8220;Lalu apa yang harus saya lakukan?,&#8221; timpal jemaat.</p>
<p>&#8220;Mintalah bantuan dan tuntunan Roh Kudus setiap kali kamu akan mempraktikkan firman Tuhan di dalam kehidupanmu. Sadari di hadapan-Nya bahwa kamu adalah seorang manusia yang lemah tanpa-Nya. Satu hal lagi, jangan menyerah sebab bersama Allah senantiasa, kamu pasti bisa mengikuti apa yang diperintahkan maupun tidak melakukan apa yang dilarang-Nya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih Pak Pendeta. Sekarang saya mengerti. Hanya Dialah yang benar-benar sanggup mengubahkan dan menjadikan saya serupa seperti-Nya.&#8221;</p>
<p><strong>Perubahan untuk menjadi serupa dengan Kristus memang harus dengan keputusan kita, namun agar perubahan itu bisa terwujud, kita butuh Roh Kudus. Sebab sekuat apapun kita berusaha melakukan perintah dan menjauhi larangan Tuhan, jika tanpa penyertaan Roh Kudus, kita pasti gagal.  </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://test.gkjbekasi.org/?feed=rss2&#038;p=762</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal Memaafkan</title>
		<link>https://test.gkjbekasi.org/?p=759</link>
		<comments>https://test.gkjbekasi.org/?p=759#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2014 05:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://test.gkjbekasi.org/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Suatu kali seorang anak datang kepada ayahnya sambil menangis, &#8220;ayah, maafkan aku,&#8221; Ayahnya yang masih tampak bingung dengan kelakuan anaknya pun berbalik tanya, &#8220;kamu memang melakukan apa, anakku?&#8221; tanyanya dengan lembut. &#8220;Aku, aku, telah gagal melakukan nasihat ayah,&#8221; jawab anaknya. &#8220;Nasihat yang mana?&#8221; timpal sang ayah. &#8220;Aku tadi memukul teman yang telah berbuat jahat padaku [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu kali seorang anak datang kepada ayahnya sambil menangis, &#8220;ayah, maafkan aku,&#8221; Ayahnya yang masih tampak bingung dengan kelakuan anaknya pun berbalik tanya, &#8220;kamu memang melakukan apa, anakku?&#8221; tanyanya dengan lembut.</p>
<p>&#8220;Aku, aku, telah gagal melakukan nasihat ayah,&#8221; jawab anaknya.</p>
<p>&#8220;Nasihat yang mana?&#8221; timpal sang ayah.</p>
<p>&#8220;Aku tadi memukul teman yang telah berbuat jahat padaku ayah. Aku  Padahal, ayah kan selalu mengingatkan aku agar tidak membalas perbuatan orang yang jahat sama kita dan memaafkan orang yang berlaku tidak baik pada kita. Maafkan aku ayah, aku telah mengecewakan ayah&#8221; kata anak sambil tersedu-sedu.</p>
<p>Mendengar itu, ayah pun merangkul penuh kasih anaknya dan berkata, &#8220;Nak, apa yang kamu lakukan sudah tepat. Tepat bukan karena kamu memukul teman kamu, tetapi karena kamu mengakui kegagalan kamu mendengar nasihat ayah. Tapi ayah mau kasih tahu kepada kamu, kalau pun nantinya kamu gagal memaafkan teman kamu, kamu jangan jadi putus asa. Ayah tahu memaafkan itu berat, tetapi bukan berarti tidak bisa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Percayalah pada ayah, adalah lebih baik memaafkan daripada membalas perbuatan jahat orang lain.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya ayah, aku percaya sama ayah,&#8221; pungkas anak sambil menghapuskan air mata yang jatuh ke pipi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pelajaran yang dapat dipetik dari ilustrasi di atas: </strong>Meskipun dalam praktik, kita suka atau pernah gagal memaafkan orang lain, kita jangan jadi putus asa. Tuhan tahu diri kita yang sulit mengampuni orang lain, tetapi Dia juga tahu bahwa itu bukan berarti tidak bisa.</p>
<p>Selama mau taat pada firman-Nya dan senantiasa meminta kekuatan dari-Nya ketika akan melakukan, Anda pasti sanggup memaafkan kesalahan orang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://test.gkjbekasi.org/?feed=rss2&#038;p=759</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marah Dengan Benar</title>
		<link>https://test.gkjbekasi.org/?p=744</link>
		<comments>https://test.gkjbekasi.org/?p=744#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2014 05:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://test.gkjbekasi.org/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Yohanes 2: 16 &#160; Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: &#8220;Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan&#8221; &#160; Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 137; II Korintus 10; II Samuel 1-2 &#160; Tanpa kita sadari, banyak hal yang dapat menimbulkan kemarahan dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya saja dalam kasus berlalu lintas, seseorang yang sedang berkendaraan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center;"><span style="font-size: 13px;">Yohanes 2: 16</span></h1>
<div>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: &#8220;Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bacaan Alkitab Setahun: </strong><a id="_1" title="Mazmur 137" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/main_daily_update/date/2014-05-17.html#" rel="Mazmu137">Mazmur 137</a>; <a id="_2" title="II Korintus 10" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/main_daily_update/date/2014-05-17.html#" rel="iiKor10">II Korintus 10</a>; <a id="_3" title="II Samuel 1-2" href="http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/main_daily_update/date/2014-05-17.html#" rel="iiSam1-2">II Samuel 1-2</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanpa kita sadari, banyak hal yang dapat menimbulkan kemarahan dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya saja dalam kasus berlalu lintas, seseorang yang sedang berkendaraan atau berjalan kaki bisa saja terpancing emosinya karena timbul gangguan dari pengendara lain yang memotong jalan atau hampir menabraknya. Akibat tidak dapat membendung amarah, maka sukacita kita hilang sepanjang harinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu apakah kemarahan demikian pantas dan benar? Marah adalah sifat manusiawi, namun harus ditempatkan pada tempatnya. Tuhan Yesus pernah marah saat Ia menyaksikan Bait Allah tak ubahnya seperti sarang penyamun. Tentu saja hati Yesus merasa gusar kala itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun kemarahan Yesus ditujukan agar Bait Allah kembali pada fungsinya sebagai rumah ibadah. Kemarahan Yesus sangat beralasan yakni untuk menyadarkan dan mengingatkan akan kesalahan orang-orang saat itu. Setiap orang berhak menerima atau menolak kemarahan itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita pastinya sering terpancing untuk marah, namun apakah kemarahan kita merupakan kemarahan yang memiliki tujuan? Tidak hanya pelampiasan emosi yang berakibat merusak. Semoga kita diberi hikmat untuk mampu mengelola kemarahan untuk membangun orang lain pada waktu dan cara yang tepat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memilih marah dengan cara bijak dan beralasan jauh lebih diterima orang lain dibandingkan dengan marah yang dibarengi dengan emosi tanpa batas.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://test.gkjbekasi.org/?feed=rss2&#038;p=744</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
